Peran Adversity Quotient sebagai Faktor Protektif terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Kedokteran

Penulis

  • ridho nugroho Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

Abstrak

Mahasiswa kedokteran menghadapi tekanan akademik yang tinggi, termasuk beban tugas dan ujian keterampilan klinis seperti OSCE, yang berpotensi memicu stres dan mengganggu kesejahteraan psikologis. Kecerdasan Daya Juang (Adversity Quotient/AQ) merupakan kemampuan individu untuk bertahan dan beradaptasi terhadap kesulitan yang diduga berperan sebagai faktor protektif terhadap stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan daya juang terhadap tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) terhadap 70 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner AQ dari Stoltz dan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner. Analisis menunjukkan bahwa usia ($p = 0,488) dan jenis kelamin ($p = 0,843) tidak berhubungan signifikan dengan tingkat stres6666. Namun, daya juang memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres ($p = 0,002). Mahasiswa dengan daya juang rendah memiliki risiko 5,062 kali lebih besar mengalami stres dibandingkan mahasiswa dengan daya juang tinggi ($OR = 5,062). Kecerdasan daya juang berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres dan berperan sebagai faktor protektif utama bagi mahasiswa kedokteran dalam menghadapi tantangan akademik.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-04

Cara Mengutip

nugroho, ridho. (2026). Peran Adversity Quotient sebagai Faktor Protektif terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Kedokteran. Jurnal Skala Kesehatan, 17(2), 272–278. Diambil dari https://ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/545