Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja di SMP Negeri 3 Kediri

Penulis

Abstrak

Anemia menjadi masalah gizi yang ada di setiap penjuru dunia. Prevalensi kejadian anemia para remaja sebesar 27% di negara berkembang dan 6% di negara maju. Survey pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri pada Siswi kelas VIII didapatkan bahwa dari 20 siwa 10 Siswa 50% yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor terhadap kadar Hemoglobin pada remaja di SMP Negeri 3 Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian Pre – Ekperiment dengan rancangan one group pre test – post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berusia 15-18 tahun di SMP Negeri 3 Kota Kediri yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yaitu sejumlah 30 responden. Bahan penelitian yang digunakan adalah daun kelor yang susah di ekstrak dan dikemas di dalam kapsul 500 mg, yang kemudian diberikan kepada remaja dengan dosis diminum 2 kali sehari selama 2 minggu berturut – turut. Alat untuk mengukur Kadar Hemoglobin adaah Easy Touch. Uji analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oliefera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada Siswi di SMP Negeri 3 Kediri.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-03

Cara Mengutip

Yanuaringsih, G. P. (2026). Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja di SMP Negeri 3 Kediri. Jurnal Skala Kesehatan, 17(2), 162–167. Diambil dari https://ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/484