Model Faktor Risiko Stunting Balita: Studi di Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar

Penulis

  • Yasir Farhat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.31964/jsk.v17i1.482

Abstrak

Stunting merupakan masalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting balita di Puskesmas Astambul tercatat sebesar 20,89% pada Oktober 2023 dan meningkat menjadi 27,01% pada Februari 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting serta menyusun model persamaannya pada balita di wilayah kerja Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar.

Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 96 ibu balita yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara kuesioner, dan dianalisis dengan regresi logistik berganda.

Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki jarak kehamilan ideal (82,3%) dan melakukan pemeriksaan kehamilan ≥4 kali. Sebagian besar balita tidak memiliki riwayat infeksi, pengetahuan ibu baik (86,5%), dan pemberian MP-ASI sesuai usia (72,9%). Namun, kecukupan energi masih rendah (61%), sementara protein sudah cukup (64,6%). Mayoritas balita memperoleh imunisasi dasar lengkap (64,6%) dan ASI eksklusif (68,8%). Terdapat pengaruh signifikan pola pemberian MP-ASI terhadap kejadian stunting. Balita yang mendapat MP-ASI tidak sesuai usia memiliki risiko 1,3 kali lebih besar mengalami stunting.

Kesimpulannya, peningkatan pengetahuan ibu melalui konseling gizi dan partisipasi aktif dalam penyuluhan sangat diperlukan untuk mencegah stunting.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-28

Cara Mengutip

Farhat, Y. (2026). Model Faktor Risiko Stunting Balita: Studi di Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar. Jurnal Skala Kesehatan, 17(1), 141–151. https://doi.org/10.31964/jsk.v17i1.482