Pengaruh Terapi Senam Otak terhadap Tekanan Darah, Status Fungsional, dan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi:

Studi Kuasi Eksperimen

Penulis

  • Ferry Fadli Fratama Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Khairir Rizani Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Bisepta Prayogi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Norlaila Sofia Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.31964/jsk.v16i2.471

Abstrak

Hipertensi pada lansia sering disertai penurunan fungsi kognitif dan status fungsional yang berdampak pada kualitas hidup. Senam otak sebagai intervensi non-farmakologis berpotensi mengatasi masalah tersebut melalui stimulasi neuroplastisitas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam otak terhadap tekanan darah, status fungsional, dan fungsi kognitif pada lansia penderita hipertensi. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest one group design pada 15 lansia hipertensi di Kabupaten Banjar. Intervensi senam otak dilakukan 3 kali/minggu selama 3 minggu, 30 menit/sesi. Pengukuran menggunakan sphygmomanometer digital, Barthel Index, dan MMSE. Data dianalisis dengan Paired t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Terjadi penurunan signifikan tekanan darah sistolik (162,93 ke 148,33 mmHg, p=0,000) dan diastolik (100,60 ke 90,87 mmHg, p=0,001). Status fungsional meningkat signifikan (Z=-2,236; p=0,025) dan fungsi kognitif mengalami perbaikan signifikan (Z=-2,646; p=0,008) dengan 93,3% responden mencapai fungsi intelektual utuh. Senam otak efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan status fungsional serta kognitif lansia hipertensi.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-28

Cara Mengutip

Fratama, F. F., Rizani, K., Prayogi, B., & Sofia, N. (2025). Pengaruh Terapi Senam Otak terhadap Tekanan Darah, Status Fungsional, dan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Hipertensi:: Studi Kuasi Eksperimen. Jurnal Skala Kesehatan, 16(2), 146–156. https://doi.org/10.31964/jsk.v16i2.471