The Efektivitas Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Nifas di Wilayah UPT Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

Penulis

  • Yessica Harnetacia Tandja Politeknik Kesehatan Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.31964/jsk.v11i2.238

Abstrak

ABSTRAK

Latar Belakang: Anemia pada wanita masa nifas (pasca persalinan) juga umum terjadi, sekitar 10% dan 22% terjadi pada wanita post partum. Anemia terjadi jika kadar hemoglobin dalam darah rendah. Untuk mengurangi angka anemia post partum dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kadar hemoglobin, salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi sari kurma yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini adalah mengetahui efektivitas sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu nifas di wilayah UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu Pre Eksperimental, One Group Pretest – Posttest design (satu kelompok pretest – posttest). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Consecutive Sampling dengan sampel sebanyak 30 responden yang sudah memenuhi atau sesuai dengan kriteria inklusi. Uji statistik yang digunakan adalah uji T-Paired. Hasil yaitu kadar hemoglobin ibu nifas sebelum diberikan intervensi terendah yaitu 9.0 gr% dan tertinggi yaitu 11.7gr%, kemudian sesudah diberikan intervensi, kadar hemoglobin terendah pada ibu nifas yaitu 11.8gr% dan tertinggi yaitu 14.7gr%. Pada uji T, didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 atau p-value < α (0,005), ini menunjukkan bahwa ada pengaruh atau efektivitas sebelum dan sesudah pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu nifas. Kesimpulan: Terdapat efektivitas sebelum dan sesudah pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu nifas di wilayah UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya.

Unduhan

Diterbitkan

2020-07-16

Cara Mengutip

Tandja, Y. H. (2020). The Efektivitas Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Nifas di Wilayah UPT Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Jurnal Skala Kesehatan, 11(2), 74–79. https://doi.org/10.31964/jsk.v11i2.238