Sanitasi Lingkungan, Pemberian Asi Dan Budaya Maruas Di Masyarakat Banjar Meningkatkan Risiko Diare Pada Balita

Penulis

  • erni yuliastuti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan
  • Tut barkinah Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan

DOI:

https://doi.org/10.31964/jsk.v10i1.207

Abstrak

Diare merupakan masalah kesehatan yang penting karena penyumbang utama ketiga kesakitan dan kematian balita di Indonesia (Riskesdas, 2010). Kejadian diare di Kabupaten Banjar menduduki peringkat ke-2 setelah Kota Banjarmasin. Penyakit diare di Puskesmas Martapura sebesar 306 orang menduduki peringkat kedua setelah Puskesmas Gambut, sebanyak 936 penderita (Dinkes Kabupaten Banjar,2013). Penyakit diare sebagai 10 besar penyakit terbanyak dan prevalensi tertinggi terjadi pada balita. Risiko  diare berkaitan dengan pengetahuan, perilaku tentang pemberian ASI eksklusif serta sanitasi lingkungan. Ketiga faktor ini akan berinteraksi dengan perilaku manusia (PHBS) yang bisa berdampak pada kejadian diare.

 Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengetahuan, ASI eksklusif, sanitasi lingkungan dan karakteristik ibu, budaya tentang maruas dengan kejadian diare.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner berisi daftar pertanyaan dan rekam medis. Populasi penelitian adalah ibu yang membawa anaknya berkunjung ke Poliklinik MTBS di Puskesmas Martapura tahun 2016. Sampel  adalah ibu yang berkunjung ke Poliklinik MTBS di wilayah kerja Puskesmas Martapura dan besar sampel sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan OR

Hasil penelitian didapatkan ada hubungan kejadian diare dengan umur (Ï = 0,000),  pendidikan (Ï = 0,021), pekerjaan (Ï = 0,026) OR=4,012, pengetahuan (Ï = 0,001 ), pemberian ASI eksklusif  (Ï = 0,013) OR=4,573, sanitasi lingkungan (Ï = 0,000 ) OR=16,579, budaya maruas (Ï = 0,020) OR= 3,250. Risiko kejadian diare paling tinggi oleh faktor sanitasi lingkungan yakni 16,579 kali berisiko terjadi pada keluarga dengan sanitasi lingkungan rumahnya tidak sehat.

Kata Kunci : Diare; Sanitasi; ASI;Budaya

Unduhan

Diterbitkan

2019-03-22

Cara Mengutip

yuliastuti, erni, & barkinah, T. (2019). Sanitasi Lingkungan, Pemberian Asi Dan Budaya Maruas Di Masyarakat Banjar Meningkatkan Risiko Diare Pada Balita. Jurnal Skala Kesehatan, 10(1), 11–18. https://doi.org/10.31964/jsk.v10i1.207