Hubungan tingkat pengetahuan tentang Manfaat minum air putih dengan jumlah konsumsi minumair putih dan pola penyakit pada siswa smp negeri i kecamatan alalak Tahun 2016

  • noorhayati maslani Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan

Abstract

Saat ini banyak remaja dan orang dewasa mengkonsumsi minuman-minuman selain air putih, seperti minuman yang bersoda, minuman yang mengandung kafein, atau bahkan mengkonsumsi minuman beralkohol yang apabila dikonsumsi secara terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan akan sangat merugikan kesehatan bagi dirinya sendiri. Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat lebih dari air putih bagi kesehatan tubuh memberikan peluang bagi remaja untuk tidak memperhatikan air putih bagi tubuhnya. Selain kebiasaan minum air putih hanya pada saat haus saja, minum air putih hanya sebagai pelengkap bagi rasa haus pada saat makan, atau sesegera minum pada saat makan, bahkan tidak jarang di tempat-tempat makan mereka justru tidak dibarengi dengan air putih ini menjadi pola kebiasaan yang jauh dari pola kesehatan minum yang baik dan benar (Fauziyah dan Maulana, 2010 dalam Pratiwi dan Rahayu, 2014). Berdasarkan data yang didapatkan di SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak pada 30 siswa didapatkan16 siswa dengan pengetahuan kurang,  8 siswa pengetahuan cukup dan 6 siswa pengetahuan baik serta 6 siswa mengkonsumsi air putih sesuai kebutuhan dan 24 siswa mengkonsumsi air putih tidak sesuai kebutuhan. Air putih yang dikonsumsi siswa per hari rata-rata hanya dua gelas dan mereka lebih meyukai minuman yang bukan air putih kurang lebih 80 % kebanya kan siswa menyukai air minum yang berasasepertiteh, sirup, susu, es dan juga minuman yang dikemas dengan cangkir plastik yang beragam rasa. Informasi dari guru pengajarnya kebanyakan siswa mengalami diare  58 % dan mengalami demam atau panas sekitar 42 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan TentangManfaat Minum Air Putih dengan Jumlah Konsumsi Minum Air Putih dan Pola Penyakit Pada siswa SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri I Kecamatan Alalak Tahun 2016 dan sampel yang digunakan adalah sebagian Siswa kelas delapan  SMP Negeri I Kecamatan Alalak Tahun  2016 tehnik  pengambilan sampel secara kelompok atau gugus  (claster sampling). Analisa data menggunakan analisa univariat yaitu analisa menggunakan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti dengan menggunakan distribusi  frekuensi dan persentasi dari tiap-tiap variabel, selanjutnya data dikumpulkan dalam bentuk tabel narasi dan Analisa Bivariabel adalah Analisa  menggunakan tabulasi silang  yang bertujuan mengetahui hubungan variabel  bebas Tingkat Pengetahuan Tentang manfaat Minum Air Putih. uji statistik yang digunakan adalah Chi Square  X2 pada tingkat kemaknaan p < 0,05 dan Confidance interval 95%. Hasil adalah yang berpengatahuan kurang sebanyak 99 responden. Sedangkan yang mengkonsumsi minum air putih tidak sesuai kebutuhan adalah 57 responden. Dari beberapa pola penyakit yang terbanyak yang pernah dialami oleh responden adalah diare. Hasil hubungan tingkat pengetahuan tentang manfaat minum airputih dengan jumlah konsumsi minum air putih, berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil P value 0,252 dengan nilai α 0,05. Berarti P value > α. Ha diterima artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang manfaat minum air putihdengan jumlah konsumsi minum air putih pada siswa SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak
Published
2017-01-02
How to Cite
maslani, noorhayati. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan tentang Manfaat minum air putih dengan jumlah konsumsi minumair putih dan pola penyakit pada siswa smp negeri i kecamatan alalak Tahun 2016. Jurnal Skala Kesehatan, 8(1). Retrieved from http://ejurnalskalakesehatan-poltekkesbjm.com/index.php/JSK/article/view/203