HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI PLASENTA PREVIA DAN PREEKLAMPSIA DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015

  • Nurmalasari Nurmalasari Program studi Keperawatan STIKES UMITRA Lampung

Abstract

Prematuritas  atau  persalinan  preterm  merupakan  persalinan  belum cukup  umur  di  bawah  37  minggu  atau  berat  bayi  kurang  dari  2500  gr. Angka kejadian persalinan preterm pada umumnya adalah sekitar 6 - 10 %. Hanya 1,5 % persalinan terjadi pada umur kehamilan kurang dari 32 minggu clan 0,5 % pada kehamilan kurang dari 28 minggu Tujuan Penelitian ini Diketahuinya hubungan  ketuban pecah dini plasenta previa dan preeklampsia  dengan persalinan preterm di  RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan pendekatan crossectional.  populasi dalam penelitian ini adalah ibu  bersalin yang melakukan persalinan di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2014 yaitu 705 orang. Penentuan sampel menggunakan simple random  sampling  sehingga diperoleh sebanyak 255 sampel. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada  hubungan ketuban pecah dini (KPD) dengan nilai (p= 0,004), ada hubungan plasenta previa dengan nilai (p= 0,000) dan ada hubungan preeklampsia dengan nilai (p= 0,009) dengan kejadian persalinan preterm di RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2015. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk memberikan penanganan dan perawatan yang lebih intensif terhadap kejadian persalinan preterm.  Kata Kunci : Awal Pecah Amnion , Plasenta Previa , Preeklamsia , kelahiran prematur

References

Ali, Sungkar, 2008. Mewapadai preeklampsia pada Ibu Hamil.Artikel

Bobak , L. 2005. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC.

Benson. 2008. Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Edisi 9. Jakarta: EGC

Brunner, L.S. dan Suddarth, D.S. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol2. Jakarta: EGC

Bustan, M.N., 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta

Cunningham, F.Gary, et al. 2005. Obstetri Williams. Jakarta: EGC.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2013

Djoerban, Zubairi, 2006. Mengantisipasi Kemungkinan Preeklampsia. Jurnal Kesehatan,www.pdpersi.com

Hastono, Sutanto. 2007. Analisa Data Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia

JNPK-KR. 2008, Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal, Jaringan Nasional Pelatihan Klinik-Kesehatan. Jakarta

Krisnadi, 2009. Prematuritas. RSHS Bandung

Manuaba,IBG.,2010. Ilmu Kebidanan, penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta:EGC

Mochtar, Rustam. 2008. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC

Notoatmodjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Riyadi, Sujono & Sukarmin. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Anak, Edisi 1, Yogyakarta : Graha Ilmu

Rompas, Jefferson. 2004. Pengelolaan Persalinan Preterm. Jakarta. EGC

Sugiyono, 2008. Statistika untuk Penelitian cetakan ke 18. Bandung:Alfabeta.CV

Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Varney, H., 2008. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4. Jakarta. EGC

Wardalia. 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) Di RSD HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara Tahun 2011. Skripsi

Wardana, A dan Karkata. K., 2007. Faktor Risiko Plasenta Previa. Bagian /SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RS Sanglah Denpasar, Bali.vol.34 (5) hal 229-232

Wiknjosastro, 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

WHO, 2013. World Health Organization. Implementing the new recommendation on the clinical. Indonesia diakses pada tanggal 15 Maret 2015

Published
2016-04-20
How to Cite
Nurmalasari, N. (2016). HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI PLASENTA PREVIA DAN PREEKLAMPSIA DENGAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015. Jurnal Skala Kesehatan, 6(2). https://doi.org/10.31964/jsk.v6i2.39